
Para santriwati di Pondok Pesantren Tahfizh Al Qur’an Al Husna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mendapatkan penyuluhan kesehatan alat reproduksi.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, drg Sri Rahayu Mkes mengatakan bahwa, penyuluhan kesehatan alat reproduksi ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka dengan pesantren Tahfizh Al Qur’an Al Husna.
Menurutnya, kesehatan reproduksi sangat penting. Harus selalu menjaga, merawat agar tidak terjangkit penyakit.
“Ini merupakan bagian dari kepedulian Perguruan Tinggi terhadap kesehatan para santriwati pesantren, dengan menggelar kegiatan kemitraan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan pembinaan Deteksi Kesehatan Reproduksi Wanita,” katanya kepada Radar Bogor Kamis (21/7/2022).
Menurutnya, sejak dini seorang wanita hendaknya mempersiapkan diri menjaga kesehatan jiwa dan fisiknya.
Demikian pula pada fungsi reproduksi wanita agar kelak dapat menghasilkan dan mewujudkan generasi yang sehat jiwa, mental dan kehidupan sosial.
“Dalam penyuluhan tesebut para santriwati diberi pemahaman melalui peragaan personal hygiene. Juga peragaan tehnik Sadari,” paparnnya.
Ia memaparkan, metode Sadari terdiri dari tujuh tahap dan penilaian checklist adanya gangguan atau gejala kesehatan reproduksi.
Pertama, demam tinggi, muntah, dan syok secara bersamaan. Kedua, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, diare menggigil, sakit tenggorokan dan sariawan.
Ketiga, menstruasi selalu melewati siklus normal. Keempat, gatal pada vagina. Kelima, sakit saat buang air kecil.
Keenam, nyeri pada tulang pinggul. Ketujuh, volume darah saat menstrusi jauh lebih banyak dari biasanya.
“Setelah itu, para santriwati mendapatkan konseling kesehatan,” paparnya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Tahfizh Al Qur’an Al-Husna Jonggol, Luthfy Rijalul Fikri berharap, dengan adanya program kemitraan yang telah berlangsung ini dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan kepeduliaan para santriwati terhadap kesehatan reproduksinya sendiri.