
Sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, Dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah, Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggelar promosi kesehatan bertajuk Aksi Sehat untuk Diri secara luring di SMU Muhammadiyah 11 Jakarta, Rabu, (20/7/2022).
Promosi kesehatan tersebut diadakan di Aula SMU Muhammadiyah 11 Jakarta, Jalan Balai Pustaka II Rawamangun, Jakarta Timur dengan narasumber Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Uhamka, Nurul Huriah Astuti dan Dosen Prodi Gizi, Hidayani Fazriah.
“Melalui kegiatan promosi kesehatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen pelajar terhadap bahaya perilaku berisiko, cegah obesitas, dan pola tidur yang sehat”, ungkap Nurul, pembicara sekaligus ketua tim promosi kesehatan tersebut.
Promosi kesehatan yang dilakukan kali ini menyampaikan beberapa topik yang terintegrasi, mulai dari bahaya perilaku berisiko, yaitu merokok, minum alkohol, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas, serta topik cegah obesitas dan pola tidur yang sehat.
Satu perilaku berisiko yang dilakukan remaja akan cenderung memicu dilakukannya perilaku berisiko lain. Kondisi tersebut akan memberikan dampak negatif yang besar pada kesehatan remaja.
Lebih lanjut Nurul menyatakan, berdasarkan hal tersebut maka upaya promosi kesehatan dengan pendekatan multiple health risk behaviors diharapkan akan lebih efektif untuk mencegah pelajar dari perilaku berisiko.
“Satu perilaku berisiko dapat dicegah, maka perilaku berisiko lain pun dapat diturunkan prevalensinya”, tegas Nurul.
Studi yang dilakukan oleh Nurul pada data survei pelajar dan mahasiswa yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPKUI) tahun 2016 menunjukkan sekitar 7,6% pelajar dan mahasiswa Indonesia melakukan dua perilaku berisiko dan 2,6% melakukan tiga perilaku berisiko.
Di antara mereka yang melakukan dua perilaku berisiko, kombinasi merokok dan minum alkohol adalah yang terbanyak dan pada mereka yang melakukan tiga perilaku berisiko, kombinasi merokok, minum alkohol, dan seks pranikah adalah yang terbanyak.
Nurul kemudian menyampaikan data prevalensi merokok, minum alkohol, penyalahgunaan narkoba, dan seks pranikah dari hasil survei BNN dan PPKUI tahun 2016. Nurul menuturkan berdasarkan dari 18 Provinsi Indonesia ada sekitar 31% pelajar SMA merokok (BNN, 2016) dan 17% pelajar SMA peminum alkohol. Selain itu, 1 dari 20 pelajar dan mahasiswa dari 18 Provinsi Indonesia pernah berhubungan seks dan 3,8% pelajar dan mahasiswa Indonesia pernah pakai narkoba (BNN, 2016).
Lebih lanjut Doktor lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menyampaikan bahaya-bahaya perilaku berisiko.
“Di antaranya disebutkan pada rokok terkandung 7.000 zat kimia, 200 di antara bersifat karsiogenik (zat yang dapat merusak gen dalam tubuh dan meningkatkan risiko kanker),” paparnya.
Pada bagian akhir promosi kesehatan tersebut, Nurul mengajak peserta untuk menyalakan hati agar hati seluas samudera, secerah matahari dengan cara mencintai Allah, mencintai diri sendiri, mencintai orang lain, banyak bersyukur, dan jadikan masalah sebagai peluang untuk berkembang.
“Dengan menyalakan hati semoga pelajar dapat lebih bijak menetapkan setiap keputusan untuk hidupnya sehingga dapat menjauhi setiap perilaku berisiko,” pungkasnya.